Kenali Risiko Komponen Kaki-Kaki Mobil yang Tertutup Lumpur

Musim hujan sering membuat mobil melibas jalanan berlumpur tanpa disadari. Padahal, lumpur yang menempel di kaki-kaki mobil bisa memicu berbagai masalah serius.
Jika dibiarkan terlalu lama, komponen bisa aus, berkarat, hingga mengganggu kestabilan kendaraan. Yuk, kenali risikonya dan cara mencegahnya sebelum terlambat!
Risiko Kaki-Kaki Mobil Terkena Lumpur
Saat mobil sering melintas di jalanan berlumpur, banyak pemilik kendaraan yang tidak menyadari dampaknya pada komponen bawah mobil. Lumpur yang menempel bisa menimbulkan berbagai resiko seperti berikut:
1. Korosi dan Karat
Lumpur yang menempel pada bawah mobil dapat menyimpan kelembaban dalam waktu lama, memicu korosi dan karat. Komponen berbahan logam seperti arm dan tie rod bisa melemah dan akhirnya rapuh jika terus-menerus terpapar karat.
Kondisi ini semakin parah jika mobil sering melewati jalanan basah atau berada di lingkungan dengan tingkat kelembaban tinggi. Untuk mencegahnya, lakukan pembersihan rutin dan gunakan pelapis anti-karat pada bagian bawah mobil.
2. Kerusakan pada Shockbreaker
Shockbreaker yang tertutup lumpur berisiko mengalami kebocoran oli akibat tekanan berlebih pada sil karet. Akibatnya, daya redam shockbreaker menurun, membuat mobil terasa tidak stabil di jalan bergelombang.
Jika dibiarkan, komponen suspensi lainnya juga bisa ikut bermasalah dan mempengaruhi kenyamanan berkendara. Membersihkan area shockbreaker setelah melewati jalan berlumpur dapat membantu memperpanjang usia pakainya.
3. Mobil Berpotensi Terasa Lebih Berat
Lumpur yang mengering di kolong mobil dapat menambah bobot kendaraan secara signifikan. Gumpalan lumpur yang menempel pada roda dan suspensi bisa menghambat pergerakan, sehingga membuat mobil terasa lebih berat saat dikendarai.
Kondisi ini juga menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras. Oleh karena itu, mencuci bagian kolong mobil secara rutin sangat penting untuk menjaga performa kendaraan.
4. Masalah pada Komponen Pipa Besi
Pipa besi yang tertutup lumpur berisiko mengalami penyumbatan dan karat akibat kelembaban yang terus terperangkap. Jika pipa ini bocor atau tersumbat, sistem pembuangan gas mobil bisa terganggu, berdampak pada performa mesin dan emisi gas buang.
Lumpur yang mengeras di sekitar pipa juga dapat menghambat pelepasan panas, meningkatkan risiko overheating. Untuk menghindari masalah ini, pastikan area pipa bes selalu dalam kondisi bersih setelah berkendara di medan berlumpur.
5. Cat Kolong Mobil Terkelupas
Lumpur yang mengandung pasir dan kerikil bisa menggores permukaan cat pada bagian bawah mobil. Jika dibiarkan terlalu lama, lapisan cat bisa mengelupas dan membuat logam di bawahnya lebih rentan terhadap karat.
Hal ini akan mempercepat proses kerusakan dan mengurangi daya tahan kaki-kaki mobil. Untuk mencegahnya, gunakan pelindung undercoat atau cat anti-karat di bagian bawah mobil.
6. Ban dan Komponen Lainnya Cepat Aus
Lumpur yang mengering pada roda dan kolong mobil dapat mempercepat keausan ban, ball joint, dan bushing. Partikel lumpur yang keras menambah gesekan pada komponen, menyebabkan aus lebih cepat dari seharusnya.
Jika lumpur masuk ke sela-sela rem, daya cengkram rem juga bisa berkurang, meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, penting sekali membersihkan bagian kolong mobil untuk menjaga keamanan berkendara.
Merawat bagian bawah mobil, terutama setelah melewati jalan berlumpur, adalah langkah penting untuk menjaga performa kendaraan. Jangan sepelekan lumpur yang menempel setelah melewati medan berat, karena bisa memicu berbagai kerusakan.