Kenapa Mobil Terasa Lebih Kuat Menanjak Setelah AC Dimatikan?
Pengemudi sering kali merasa heran mengapa mobil mendadak kehilangan "tenaga ekstra" dan terasa loyo saat harus menaklukkan jalanan menanjak.
Di tanjakan, seluruh daya mesin dipaksa bekerja keras memutar roda penggerak untuk melawan gravitasi.
Namun di saat bersamaan, mesin juga harus membagi tenaganya untuk menggerakkan kompresor AC lewat belt, menyuplai daya ke alternator, hingga memutar pompa air dan power steering.
Pada mobil bermesin kecil, beban kompresor AC saja bisa menyerap hingga 10% tenaga mesin yang membuat sisa daya ke roda kian menipis dan memicu resiko mobil gagal menanjak di tengah jalan.
Untungnya, mematikan tombol AC secara tepat sebelum menanjak bisa secara instan mengembalikan pasokan tenaga tersebut langsung ke roda.
Simak alasan teknis di balik efek ini, kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, serta tips menaklukkan tanjakan tanpa membuat kabin terasa gerah.
Seberapa Besar Beban Kompresor AC
Diperkirakan kompresor menarik sekitar 4 sampai 10 tenaga kuda, atau sampai sekitar 10 persen tenaga pada mobil berkapasitas kecil.
Contohnya, kompresor 6 tenaga kuda pada mobil bertenaga 102 tenaga kuda memakan sekitar 6 persen. Angka itu estimasi, dan hasil nyata berbeda tergantung mobil dan cuaca.
Karena itu efeknya paling terasa pada mobil bermesin kecil, misalnya kelas 1.000 cc, dengan lima penumpang dan bagasi penuh.
Batas “mesin kecil” sendiri tidak seragam di berbagai ulasan. Ada yang menyebut dibawah 1.500 cc, ada yang menyebut sekitar 1.000 cc. Untuk mesin 1.500 cc ke atas, sejumlah ulasan menilai mematikan AC umumnya tidak diperlukan.
Kapan Anda Sebaiknya Mematikan AC Mobil
Jawabannya bergantung pada tiga hal: ukuran mesin, muatan, dan panjang tanjakan. jIka Anda berada pada situasi yang hanya menuntut daya angkut normal seperti di tanjakan pendek, maka Anda tidak perlu mematikan AC mobil karena daya pasok mesin masih kuat.
Sama seperti pada tanjakan sedang atau agak curam, Anda sebenarnya tidak perlu mematikan AC. Namun jika mesin sudah sulit untuk menanjak serta habis tenaga, maka matikan AC mobil segera sehingga mesin menjadi lebih leluasa.
Sama seperti situasi saat Anda terkena macet di tanjakan, pengemudi hanya diperlukan menginjak gas sedikit lebih dalam. Namun sebaiknya Anda mematikan AC mobil jika jarum indikator suhu sudah naik karena beban mesin internal yang bekerja terus menerus.
Pada kebanyakan mobil kondensor AC berada di depan radiator, jadi mematikan AC ikut mengurangi panas yang menerpa radiator.
Cara Mematikannya Tanpa Membuat Kabin Gerah
Tekan tombol AC sebelum mobil mencapai pangkal tanjakan, bukan setelah mesin terasa ngos-ngosan. Biarkan blower tetap menyala supaya udara di kabin tetap bergerak. Begitu tanjakan terlewati dan putaran mesin stabil, nyalakan lagi.
Menyalakan dan mematikan AC berulang tidak merusak komponennya. Kompresor memang bekerja dengan menyambung dan memutus sendiri berkali-kali selama AC menyala.
Bila Anda memilih tetap menyalakan AC di tanjakan macet, pada mobil manual injak gas sedikit lebih dalam dan angkat kopling dengan halus. Gunakan rem tangan agar mobil tidak mundur, dan hindari menahan dengan setengah kopling.
Selain AC, Apa yang Membuat Mobil Kuat Menanjak
Mematikan AC hanya memberi tambahan kecil. Hal lain di bawah ini biasanya lebih menentukan, dan semuanya bisa disiapkan sebelum mobil sampai di kaki tanjakan.
- Gigi rendah lebih awal. Turunkan gigi sebelum putaran mesin anjlok, supaya mesin tetap di rentang tenaga yang baik.
- Jaga momentum. Masuk tanjakan dengan kecepatan stabil, bukan mengejar tenaga dari kecepatan yang sudah turun.
- Kurangi muatan. Barang yang tidak perlu di bagasi dan kabin menambah beban yang harus dilawan mesin.
- Perawatan mesin. Busi, filter udara, dan oli yang sudah waktunya diganti membuat mesin kehilangan tenaga lebih dulu saat beban bertambah.
Pemilik Suzuki di Jakarta Barat dapat memeriksakan kondisi mesin dan sistem AC di bengkel resmi Restu Mahkota Karya (Jakarta Barat). Penjadwalan servis bisa dilakukan lewat https://suzuki.rmk.co.id.