Apakah Benar Mobil yang Jarang Dipakai Lebih Mudah Rusak?

icon 27 March 2025
icon Admin

Pernyataan bahwa mobil yang jarang digunakan akan lebih awet, ternyata tidak sepenuhnya benar. Faktanya, mobil jarang dipakai digunakan justru berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.

Mengapa bisa begitu? Artikel ini akan menjelaskan beberapa alasan utama dan komponen yang berisiko rusak jika mobil terlalu lama dibiarkan diam.

Penyebab Mobil Jarang Dipakai Lebih Mudah Rusak

Berikut adalah beberapa alasan mengapa mobil yang jarang sekali digunakan bisa mengalami kerusakan lebih cepat:

  • Aki Cepat Soak

Salah satu komponen yang paling rentan rusak pada mobil yang jarang digunakan adalah aki. Aki bekerja dengan sistem penyimpanan daya yang akan terisi ulang saat mobil dinyalakan. 

Jika mobil jarang dinyalakan, maka tidak ada aliran listrik yang mengisi ulang daya aki. Akibatnya, aki bisa kehilangan kapasitasnya secara perlahan, hingga akhirnya soak dan tidak bisa digunakan lagi. 

Dalam kondisi ini, mobil tidak akan bisa dinyalakan dan harus dilakukan penggantian aki baru.

  • Oli Mengendap dan Kehilangan Fungsi

Oli mesin berfungsi untuk melumasi komponen mesin agar tidak aus karena gesekan. Saat mobil jarang dinyalakan, oli bisa mengendap di dasar mesin dan tidak bersirkulasi. 

Akibatnya, bagian atas mesin bisa mengalami kekeringan pelumas dan menyebabkan korosi atau gesekan langsung antar logam saat mesin akhirnya dinyalakan. Selain itu, oli juga bisa mengalami degradasi kualitas walaupun tidak digunakan.

Apalagi jika mobil dibiarkan dalam waktu lebih dari beberapa bulan. Ini semakin membuat oli mengendap.

  • Ban Menjadi Kempes dan Retak

Ban juga bisa menjadi korban ketika mobil dibiarkan diam terlalu lama. Ban yang tidak bergerak akan menahan beban kendaraan di satu titik secara terus-menerus. 

Ini menyebabkan flat spot atau titik rata yang membuat ban tidak nyaman saat akhirnya digunakan. 

Selain itu, tekanan udara dalam ban bisa berkurang perlahan seiring waktu. Dalam jangka panjang, ban bisa retak-retak akibat cuaca dan tidak adanya gerakan.

  • Sistem Rem Bisa Macet

Rem mobil, terutama jenis rem cakram, bisa mengalami karat jika tidak digunakan dalam waktu lama. Karat ini akan mengganggu kinerja rem dan bahkan bisa membuatnya macet. 

Rem yang macet bisa membahayakan pengemudi jika tidak diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Untuk itu, sebaiknya periksa dulu rem jika mobil jarang dipakai. 

  • Bahan Bakar Mengendap

Bahan bakar yang dibiarkan terlalu lama di tangki dapat mengendap dan menyebabkan karat pada tangki atau saluran bahan bakar. 

Ini bisa mengurangi kualitas bahan bakar dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem bahan bakar. 

Lakukan pemanasan mesin secara rutin untuk mencegah hal ini. Tidak perlu lama dan sering, cukup 2-3 menit saja untuk mobil keluaran baru. Untuk keluaran lama, bisa sampai 10 menit.

  • Karet dan Seal Bisa Mengering

Komponen karet seperti seal, wiper, atau gasket juga dapat mengering dan retak jika mobil dibiarkan terlalu lama.

Hal ini karena pelumas alami yang ada di dalamnya tidak lagi bersirkulasi dan akhirnya membuat karet menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya.

Cara Menghindari Kerusakan pada Mobil Jarang Dipakai

Jika Anda memang harus membiarkan mobil tidak digunakan dalam waktu lama, berikut beberapa tips agar tetap dalam kondisi baik:

  • Nyalakan mesin setidaknya seminggu sekali.

  • Jalankan mobil beberapa kilometer untuk mengaktifkan semua sistem.

  • Periksa tekanan ban secara berkala.

  • Simpan mobil di tempat teduh atau gunakan cover pelindung.

  • Lakukan pengecekan berkala terhadap oli dan aki.

Mobil yang jarang digunakan memang terkesan lebih baik ketimbang sering. Namun, tanpa perawatan yang tepat, justru bisa mempercepat kerusakan.